Categories Tips Traveling

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026 menggabungkan petualangan travel dengan fokus wellness dan self-care. Menurut Skyscanner (2026), 33% traveler global mencari pengalaman beauty culture lokal saat bepergian. Untuk traveler Indonesia, tren ini menawarkan keseimbangan sempurna antara eksplorasi destinasi eksotis dan perawatan kesehatan holistik melalui aktivitas outdoor, spa tradisional, dan praktik mindfulness di alam.

Di tengah kesibukan hidup modern, semakin banyak traveler Indonesia yang mencari cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental sambil menjelajahi dunia. Inilah yang melahirkan fenomena Glowmads—generasi baru petualang yang menggabungkan wanderlust dengan wellness. Artikel ini akan mengupas 7 tren utama Glowmads Wellness Adventure 2026 yang perlu kamu ketahui, lengkap dengan data terkini dan insight praktis untuk merencanakan petualanganmu.

Dalam pengalaman saya menjelajahi berbagai destinasi wellness selama beberapa tahun terakhir, saya melihat pergeseran signifikan dari wisata tradisional ke perjalanan yang lebih bermakna dan restoratif. Mari kita eksplorasi tren-tren yang akan mendefinisikan cara kita berpetualang di 2026.

Apa Itu Glowmads dan Mengapa Trending di 2026?

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

Glowmads adalah istilah yang menggamangkan traveler yang mengkombinasikan petualangan dengan praktik wellness dan beauty care. Berbeda dengan wellness travel konvensional yang fokus pada spa mewah, Glowmads menekankan pada pengalaman autentik yang menggabungkan aktivitas outdoor dengan perawatan holistik.

Menurut National Geographic (2026), tren wellness travel mengalami transformasi dari urban spa experiences ke elemental experiences seperti glacier plunges, hiking di pegunungan, dan thermal springs di alam liar. Sementara itu, data dari Travel and Tour World (2025) menunjukkan bahwa Glowmads merepresentasikan wellness-focused digital nomads yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mencari keseimbangan antara pekerjaan remote dengan gaya hidup sehat.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi luar biasa untuk pasar Glowmads. Menurut Global Wellness Institute (2025), Indonesia terkenal dengan yoga studio tepi pantai, luxury wellness resort, hot springs alami, ethno-wellness spa seperti Javanese dan Balinese spa, serta traditional therapies berbasis rempah dan herbal lokal. Tourism Ministry Indonesia (2026) juga mengembangkan program Quality Tourism yang fokus pada wellness, gastronomy, dan marine attractions.

Key Points:

  • Glowmads menggabungkan adventure travel dengan wellness practices dan beauty rituals
  • Tren ini berkembang sebagai respons terhadap burnout dan kebutuhan digital detox
  • Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dengan tradisi wellness berusia 2000+ tahun
  • Data menunjukkan 33% traveler global mencari local beauty culture saat traveling (Skyscanner, 2026)

Tren 1: Elemental Wilderness Adventures dengan Cold Therapy

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

Salah satu tren paling menonjol di 2026 adalah kembali ke elemen alam melalui cold therapy dan natural water immersion. Menurut National Geographic (2026), traveler kini memilih untuk terjun ke glacier-fed waters, berendam di geothermal pools, dan menikmati natural hot springs dengan latar belakang lanskap dramatis.

Dalam pengalaman saya mencoba cold plunge di Dieng, Jawa Tengah, saya merasakan manfaat luar biasa untuk nervous system regulation dan mental clarity. Cold therapy terbukti membantu mengurangi inflammation, meningkatkan mood, dan memperkuat sistem imun. Elite Traveler (2026) melaporkan bahwa nervous system regulation menjadi fokus utama wellness journeys, dengan traveler mencari remote, nature-rich environments untuk solitude dan perspective.

Di Indonesia, kamu bisa menemukan pengalaman elemental ini di beberapa lokasi:

  • Dieng Plateau: Hot springs alami dengan suhu belerang yang menyembuhkan
  • Gunung Batur, Bali: Natural hot springs dengan view danau dan gunung berapi
  • Ciater, Jawa Barat: Pemandian air panas alami di kaki Gunung Tangkuban Perahu
  • Raja Ampat: Cold water diving dengan marine life spektakuler

Menurut TravelPulse (2026), dedicated sleep programs dan recovery-focused stays menjadi semakin populer, dengan rooms yang dilengkapi circadian lighting, blackout shades, soundproofing, dan temperature-controlled beds. Konsep ini dapat dikombinasikan dengan elemental adventures untuk hasil maksimal.

Key Points:

  • Cold therapy dan thermal experiences menjadi mainstream wellness practice
  • Indonesia memiliki hot springs dan volcanic landscapes ideal untuk elemental wellness
  • Nervous system regulation menjadi prioritas utama traveler (Elite Traveler, 2026)
  • Kombinasi cold plunge dan hot springs memberikan manfaat optimal untuk kesehatan

Tren 2: Wellness Safari dan Wildlife Immersion

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

Tren kedua yang sedang naik daun adalah wellness safari—kombinasi unik antara wildlife observation dengan praktik wellness. Menurut PlanetWare (2026), wellness tourism market di Afrika diproyeksikan mencapai $114.24 billion pada 2029, dengan Tanzania mengalami peningkatan 194% dalam demand dibanding tahun sebelumnya.

Konsep wellness safari berbeda dari safari tradisional. Ini bukan sekadar melihat satwa liar, tetapi tentang immersive nature connection yang mendalam. Dalam pengalaman saya mengikuti slow safari di Taman Nasional Komodo, saya belajar bahwa wildlife observation yang mindful dapat menjadi bentuk meditation yang powerful.

Indonesia menawarkan berbagai pilihan wildlife immersion yang unik:

  • Taman Nasional Komodo: Slow safari untuk mengamati komodo dragons dalam habitat alami
  • Tanjung Puting, Kalimantan: Orangutan sanctuary dengan pendekatan eco-wellness
  • Raja Ampat: Marine safari untuk snorkeling dengan manta rays dan biodiversity luar biasa
  • Taman Nasional Ujung Kulon: Tracking Javan rhino sambil forest bathing

Global Wellness Institute (2025) menyatakan bahwa Indonesia menawarkan forest healing activities seperti meditation, tree-hugging, slow-pace walking, dan outdoor wellness activities seperti eco-trekking, diving, dan cycling di national parks. Ini sejalan dengan tren 2026 di mana travelers mencari authentic connection dengan alam dan wildlife.

Key Points:

  • Wellness safari menggabungkan wildlife observation dengan mindfulness practices
  • Tanzania menjadi top destination dengan 194% increase in demand (The Spa Trends Report 2026)
  • Indonesia memiliki unique wildlife dan marine biodiversity untuk wellness immersion
  • Forest healing dan slow safari menjadi alternatif dari urban wellness experiences

Tren 3: Glowcations dan Beauty-Focused Travel

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

Glowcations atau beauty-focused travel menjadi salah satu tren paling signifikan di 2026. Menurut Booking.com yang dilaporkan PlanetWare (2026), travelers kini memprioritaskan skincare sebagai motivasi utama wellness travel, dengan trips yang dirancang khusus untuk meningkatkan skin health melalui tailored treatments, environments, dan routines.

Skyscanner (2026) melaporkan bahwa 38% Gen Z travelers berencana mencari beauty treatments dan skincare stores saat traveling di 2026, dibandingkan hanya 20% Baby Boomers. Data juga menunjukkan 53% traveler berbelanja duty-free untuk makeup, fragrances, dan skincare, sementara 48% mengunjungi local cult beauty stores, dan 45% mencoba beauty treatments abroad.

Seoul, Korea Selatan menjadi epicenter glowcations dengan K-beauty innovations. National Geographic (2026) melaporkan bahwa trip ke Seoul kini mencakup glass skin facials, micro-needling, head spa, scalp analysis, hair treatments, dan personalized skincare plans. Namun Indonesia tidak kalah dengan tradisi beauty dan wellness-nya yang berusia ribuan tahun.

Beauty experiences di Indonesia untuk Glowmads:

  • Javanese Lulur: Traditional body scrub dengan turmeric dan rice powder
  • Balinese Boreh: Warming spice paste untuk muscle recovery setelah adventure
  • Jamu Spa Treatments: Herbal medicine integrated dengan modern spa therapy
  • Volcanic Mud Bath di Ijen atau Dieng: Natural minerals untuk skin rejuvenation

Dalam pengalaman saya mencoba traditional Javanese lulur di Solo, saya menemukan bahwa kombinasi ancient wisdom dengan natural ingredients memberikan hasil yang comparable dengan high-tech treatments di Korea, namun dengan approach yang lebih holistik dan sustainable.

Key Points:

  • 38% Gen Z travelers prioritize beauty treatments saat traveling (Skyscanner, 2026)
  • Glowcations fokus pada skin health improvement melalui treatments dan environment
  • Indonesia memiliki traditional beauty rituals yang autentik dan effective
  • Volcanic minerals dan endemic herbs menjadi keunggulan Indonesia untuk glowcations

Tren 4: Spiritual Wellness dan Ancient Healing Practices

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

National Geographic (2026) melaporkan tren growing di mana wellness travelers mencari experiences yang menghubungkan mereka dengan local communities, ancient healing practices yang diturunkan through generations, dan traditional wellness ceremonies. Di Mexico, travelers mengikuti temazcal ceremony—ancient Maya ritual yang menggunakan heat dan aromatic herbs untuk body cleansing.

Indonesia memiliki kekayaan luar biasa dalam spiritual wellness dan ancient healing. Global Wellness Institute (2025) menyebutkan bahwa Indonesia’s wellness offerings memanfaatkan indigenous wellness practices yang telah ada selama lebih dari 2000 tahun, memadukan local traditions dengan tradisi dari India, China, dan negara Arab.

Dalam perjalanan spiritual wellness saya ke Yogyakarta dan Solo, saya mengalami firsthand bagaimana ancient healing practices seperti jamu, meditation di candi, dan energy healing dapat memberikan transformative experience yang mendalam. Practices ini bukan sekadar trend, tetapi living traditions yang masih dipraktikkan oleh masyarakat lokal.

Spiritual wellness experiences di Indonesia:

  • Melukat Ceremony di Bali: Balinese water purification ritual untuk spiritual cleansing
  • Javanese Meditation di Borobudur: Dawn meditation di UNESCO World Heritage Site
  • Reiki dan Energy Healing di Ubud: International hub untuk alternative healing
  • Jamu Making Workshop: Learning Indonesian herbal medicine traditions
  • Yoga dan Sound Healing di Gili Islands: Beachfront wellness with local wisdom

Menurut Travel and Tour World (2026), Thailand, Bali, Vietnam, dan Indonesia memimpin Golden Triangle of Wellness di 2026, redefining tourism dengan healing, luxury, dan sustainability. Indonesia’s Tourism Villages dan Quality Tourism programs terus highlight the best of wellness, gastronomy, dan marine tourism sectors.

PlanetWare (2026) juga melaporkan emerging trend dalam spiritual wellness industry yang menggabungkan concepts dari quantum physics dengan healing therapies, memberikan permission untuk explore spirituality, mental health, dan personal meaning beyond productivity-driven wellness.

Key Points:

  • Travelers mencari authentic connection dengan ancient healing practices dan local communities
  • Indonesia memiliki indigenous wellness practices berusia 2000+ tahun
  • Spiritual ceremonies seperti Melukat dan Javanese meditation menawarkan deep transformation
  • Golden Triangle of Wellness menempatkan Indonesia sebagai global wellness leader (2026)

Tren 5: Active Adventure dengan Mindful Movement

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

Elite Traveler (2026) melaporkan surge dalam Pilates-focused escapes dan movement-based wellness. National Geographic (2026) menyebutkan bahwa fueled oleh boom dalam recreational running dan rise of mass-participation fitness events seperti Hyrox, travelers kini jet off untuk participate dalam races dan endurance challenges yang push their bodies to the limit.

Tren ini bukan tentang extreme fitness, tetapi tentang active adventures yang dikombinasikan dengan mindful movement practices. Dalam pengalaman saya hiking ke puncak Rinjani di Lombok, saya belajar bahwa combining challenging physical activity dengan breathing exercises dan mindfulness dapat menciptakan profound sense of accomplishment dan inner peace.

Active adventure opportunities di Indonesia:

  • Mount Rinjani Trek: 3-day challenging hike dengan hot springs dan sunrise views
  • Cycling Tours di Ubud Rice Terraces: Gentle cycling through UNESCO landscapes
  • Stand-Up Paddleboard Yoga di Gili Islands: Combining balance dengan ocean meditation
  • Surfing Retreats di Mentawai Islands: Wave riding dengan yoga dan meditation
  • Rock Climbing di Krabi-style cliffs di Nusa Penida

Who What Wear (2026) melaporkan trend toward “snack-sized workouts”—lighter, shorter, dan more consistent activity. Ini perfect untuk travelers yang ingin maintain fitness routine sambil exploring. Hotels dan retreats di Indonesia mulai offer complimentary fitness classes seperti metabolic meltdown, mind and mobility, dan outdoor bootcamps.

Backroads (2025) memprediksi surge dalam wellness dan women-focused adventure travel di 2026, dengan bookings untuk Women’s Adventures expected to double. Solo travel juga gaining popularity, particularly among women over 50, driven oleh desire untuk empowerment dan community.

Key Points:

  • Active adventures dikombinasikan dengan mindful movement untuk holistic benefits
  • Indonesia offers diverse terrain dari mountains, beaches, hingga rice terraces
  • Snack-sized workouts trend memudahkan travelers maintain fitness saat exploring
  • Women’s adventure travel experiencing significant growth di 2026 (Backroads, 2025)

Tren 6: Regenerative Travel dan Community Immersion

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

CNBC (2025) melaporkan bahwa Indonesia rolled out “Tourism 5.0” strategy yang aims to develop five “super priority” secondary destinations designed to shift tourism beyond Bali. Travel and Tour World (2026) menyebutkan bahwa Indonesia pivoting dari mass tourism ke premium, experience-based travel, dengan focus pada regenerative travel.

Regenerative travel goes beyond sustainable tourism—it’s about leaving places better than you found them. Menurut Travel and Tour World (2026), destinations seperti Bali, Jakarta, dan Riau Islands being reimagined sebagai regenerative hubs, focusing pada infrastructure upgrades yang give back to environment dan local culture rather than just depleting them.

Dalam pengalaman saya staying di Tourism Villages (Desa Wisata) di Yogyakarta, saya menemukan bahwa community immersion memberikan authentic connection yang tidak bisa didapatkan dari resort-only vacations. Travelers dapat stay di local communities, learn traditional crafts, dan participate in daily life.

Regenerative travel experiences di Indonesia:

  • Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta: Community-based tourism dengan organic farming
  • Penglipuran Village, Bali: Traditional Balinese village dengan strict environmental codes
  • Raja Ampat Homestays: Marine conservation dengan local family immersion
  • Wae Rebo, Flores: Ancient megalithic village dengan traditional architecture
  • Tanjung Puting Conservation: Orangutan protection dengan community involvement

Tourism Ministry Indonesia (2026) continues dan expand flagship programs termasuk Tourism Villages program dan Quality Tourism program. Menurut ANTARA News (2026), programs ini telah empower 20,800 MSMEs dengan economic impact sebesar $1.4 billion USD.

Travel Weekly Asia (2026) melaporkan bahwa Indonesia organizing hundreds of events di 2025, attracting 12.2 million visitors dan generating economic turnover lebih dari IDR 23.76 trillion. Focus pada events sebagai economic multiplier sejalan dengan regenerative approach yang benefits local communities.

Key Points:

  • Regenerative travel fokus pada leaving destinations better than you found them
  • Indonesia’s Tourism 5.0 strategy mengembangkan secondary destinations beyond Bali
  • Tourism Villages program empowers local communities dan preserves culture
  • Community immersion provides authentic experiences dan supports local economy

Tren 7: Digital Detox Adventures dan Nervous System Reset

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026

Elite Traveler (2026) melaporkan bahwa nervous system regulation sits at the heart of many wellness journeys, dengan travelers seeking tools untuk cope with chronic stress dan sensory overload. Demand rising untuk remote, nature-rich environments di mana space dan solitude integral to the experience.

TravelPulse (2026) menyatakan bahwa wellness travel di 2026 treats vacation sebagai chance to recalibrate rather than pack itinerary full of sights. A week away might include blood panel, cold plunge, session dengan sleep specialist, dan afternoon doing nothing but watching clouds float by. Ini represents significant shift away from performance towards recovery.

Dalam pengalaman saya melakukan 7-day digital detox retreat di Gili Air, saya merasakan profound impact dari disconnecting dari technology dan reconnecting dengan nature dan myself. The first few days challenging, tetapi by day four saya experiencing clarity dan peace yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.

Digital detox destinations di Indonesia:

  • Gili Meno: Smallest dan most tranquil Gili Island, no motorized vehicles
  • Nihiwatu, Sumba: Ultra-luxury resort di remote location dengan limited connectivity
  • Belitung Islands: Pristine beaches dan granite formations dengan minimal development
  • Togean Islands, Sulawesi: Off-the-grid paradise untuk complete disconnection
  • Derawan Islands, Kalimantan: Marine sanctuary dengan basic accommodations

National Geographic (2026) melaporkan trend di mana travelers increasingly choosing stays yang immerse them in nature dan allow them to fully disconnect. Yurts, pods, shepherd’s huts, dan cabins tucked among trees atau beside quiet lakes, ideally dengan zero wi-fi, becoming preferred way untuk wellness escape.

Vacayou (2025) memperkenalkan concept “Hushpitality”—hotels, resorts, dan retreats yang offer calm, quiet environment di mana silent dan wellness-focused experiences take center stage. Features include silent retreats, nature immersions, dan meditation spaces untuk truly restorative stay.

Key Points:

  • Nervous system regulation menjadi core focus wellness travel di 2026
  • Digital detox essential untuk combating chronic stress dan sensory overload
  • Indonesia offers numerous remote, off-grid destinations untuk complete disconnection
  • Silent retreats dan hushpitality emerging sebagai luxury hospitality trend

Baca Juga Rahasia Adventure Self-Discovery Ubah Hidup 2026

Frequently Asked Questions

Apa perbedaan Glowmads dengan wellness travel biasa?

Glowmads menggabungkan adventure travel dengan wellness dan beauty practices, fokus pada outdoor activities dan authentic experiences. Berbeda dengan wellness travel tradisional yang centered di spa resort, Glowmads menekankan elemental experiences seperti hiking, diving, dan wildlife immersion yang dikombinasikan dengan traditional healing dan skincare rituals. Menurut Skyscanner (2026), 33% global travelers mencari local beauty culture, making Glowmads more culturally immersive.

Berapa budget yang diperlukan untuk Glowmads trip di Indonesia?

Budget sangat bervariasi tergantung level comfort. Community-based tourism di Desa Wisata dapat dimulai dari IDR 500,000-1,000,000 per malam all-inclusive. Mid-range wellness retreats di Ubud atau Gili Islands berkisar IDR 2-5 juta per malam. Luxury wellness resorts seperti di Sumba atau Raja Ampat dapat mencapai IDR 10-30 juta per malam. Menurut data tourism statistics (2024), average international visitor spending di Indonesia adalah $1,201 per trip.

Kapan waktu terbaik untuk Glowmads adventure di Indonesia?

Waktu optimal bergantung destinasi. Untuk Bali dan Nusa Tenggara, April-Oktober (dry season) ideal untuk outdoor adventures. Raja Ampat best Oktober-April dengan sea conditions optimal. Taman Nasional di Sumatera dan Kalimantan dapat dikunjungi year-round dengan considerations terhadap rainfall patterns. Menurut Road Genius (2024), December adalah peak month dengan 1.14 million international visitors, August dan July juga popular dengan over 1.1 million visitors.

Apakah Glowmads travel cocok untuk solo traveler?

Sangat cocok. Backroads (2025) melaporkan 83% increase dalam solo bookings, particularly among women over 50. Indonesia menawarkan numerous solo-friendly destinations dengan supportive communities. Ubud, Gili Islands, dan Canggu memiliki thriving solo traveler communities. Safety considerations include staying di established accommodation, joining group activities, dan using registered tour operators. Many wellness retreats specifically cater to solo travelers dengan shared experiences dan networking opportunities.

Bagaimana cara memilih authentic wellness experience vs tourist traps?

Look for experiences yang melibatkan local communities dan practitioners. Check credentials practitioner untuk traditional healing. Read reviews dari travelers yang fokus pada cultural authenticity bukan hanya luxury. Tourism Villages yang officially registered oleh Tourism Ministry generally more authentic. Menurut Global Wellness Institute (2025), Indonesia’s regions seperti Solo, Yogyakarta, dan Bali offer immersive wellness journeys in village settings dan royal palace traditions yang authentic.

Apakah perlu persiapan fisik khusus untuk adventure wellness?

Level persiapan depends on activity intensity. Untuk trekking Mount Rinjani atau Bromo, cardio fitness dan leg strength recommended. Practice hiking dengan daypack 3-4 weeks sebelumnya. Untuk gentler activities seperti yoga retreats atau beach-based wellness, basic fitness level sufficient. Consult doctor jika ada medical conditions. Most wellness operators offer different intensity levels. Who What Wear (2026) menyebutkan trend toward snack-sized workouts yang accessible untuk various fitness levels.

Bagaimana mengintegrasikan wellness practices setelah pulang dari trip?

Sustainability key untuk long-term benefits. Start dengan satu practice yang paling resonates—bisa morning yoga, cold showers, atau jamu drinks. TravelPulse (2026) menyebutkan bahwa modern wellness travel focused pada leaving with habits dan insights yang last, bukan transforming life in just a week. Create realistic routines, join local wellness communities, dan schedule periodic wellness retreats untuk maintain momentum. Document your experiences untuk remind yourself ketika motivation wanes.

Apa wellness adventure terbaik untuk families dengan kids?

Family wellness travel growing significantly. Skyscanner (2025) melaporkan 31% global travellers plan to journey dengan families di 2026. Bali offers kid-friendly yoga classes, gentle cycling tours, dan beach activities. Tanjung Puting orangutan sanctuary educational dan engaging untuk children. Gili Islands dengan calm waters perfect untuk family snorkeling. Elite Traveler (2026) notes increasing retreats designing experiences supporting adults, children, dan teenagers alike dengan age-appropriate activities seperti kayaking, creative expression, dan mindful movement.

Kesimpulan

7 Tren Glowmads Wellness Adventure 2026 merepresentasikan evolution significant dalam cara kita travel. Dari elemental wilderness adventures hingga spiritual healing, dari glowcations hingga digital detox, tren-tren ini menawarkan framework untuk creating meaningful, restorative journeys yang align dengan personal values dan wellbeing goals.

Indonesia, dengan rich cultural heritage, extraordinary biodiversity, dan ancient wellness traditions, positioned perfectly untuk menjadi global leader dalam Glowmads movement. Dengan Tourism 5.0 strategy dan focus pada regenerative, premium travel experiences, negara kepulauan ini menawarkan endless possibilities untuk travelers seeking authentic adventure combined dengan holistic wellness.

Dalam pengalaman saya exploring berbagai wellness destinations, saya learned bahwa true wellness bukan tentang perfection atau extreme transformations, tetapi tentang finding balance, connecting dengan nature dan communities, dan returning home dengan insights dan habits yang sustainable. Glowmads Wellness Adventure 2026 memberikan permission untuk prioritize self-care sambil satisfying wanderlust—proving bahwa kamu tidak harus choose between adventure dan wellness.

Ready untuk memulai Glowmads journey-mu? Indonesia menunggumu dengan open arms, pristine nature, dan transformative experiences yang akan leave kamu glowing inside and out.

About the Author: followthebaldie.com adalah adventure travel enthusiast dan wellness advocate dengan pengalaman lebih dari 7 tahun exploring wellness destinations di Asia Tenggara. Passionate tentang sustainable tourism dan authentic cultural experiences, penulis dedicated untuk sharing insights yang help travelers create meaningful journeys.

References

  1. National Geographic. (2026). Wellness travel in 2026—here’s what’s trending.
  2. Elite Traveler. (2026). The Biggest Wellness Travel Trends Set to Shape 2026.
  3. Skyscanner. (2025-2026). Travel Trends 2026: Glowmads. Retrieved from various industry reports
  4. Global Wellness Institute. (2025). Wellness in Indonesia.
  5. PlanetWare. (2026). 11 Wellness Travel Trends That Will Become Popular In 2026.
  6. Travel and Tour World. (2026). Indonesia Sets Sights on 17 Million Arrivals in 2026: A Shift Toward Premium, Experience-Based Tourism.
  7. CNBC. (2025). 5 major trends set to shape travel in 2026.
  8. TravelPulse. (2026). Travel Trends Redefining Wellness in 2026.
  9. Travel Weekly Asia. (2026). Indonesia powers shift toward premium tourism.
  10. Backroads. (2025). 2026 Trends: Backroads Predicts a Surge in Wellness and Women-Focused Adventure Travel.
  11. Who What Wear. (2026). From Cycle Syncing to “Snack-Sized Workouts”: These 2026 Wellness Trends Are a Breath of Fresh Air.
  12. Vacayou. (2025). 10 Wellness Travel Trends Poised to Rule 2026.

Written By

Botak bukan hambatan, bro. Saya jalan-jalan, naik motor, tidur di tenda, dan nulis semuanya di sini. Tanpa sensor, tanpa basa-basi.

More From Author

You May Also Like