followthebaldie – Xi’an punya cara yang agak unik dalam menyambut pendatang.
Kita bisa berdiri di tengah kota modern sambil memegang ponsel untuk memesan kendaraan, membayar kopi dengan QR code, lalu beberapa jam kemudian sudah berada di depan pasukan Terracotta Warriors yang dibuat lebih dari dua ribu tahun lalu.
Kontras semacam itulah yang membuat traveling ke Xi’an terasa berbeda.
Xi’an pernah menjadi ibu kota sejumlah dinasti China dan merupakan salah satu kota bersejarah terpenting di negara tersebut. Terracotta Army menjadi magnet terbesarnya, tetapi kota ini juga punya Xi’an City Wall, Bell Tower, Giant Wild Goose Pagoda, museum, sampai Muslim Quarter yang membuat perjalanan beberapa hari tidak terasa berlebihan. Situs resmi pemerintah Xi’an bahkan mencatat kota ini pernah menjadi ibu kota China selama 13 dinasti.
Masalahnya, traveling ke China untuk pertama kali membutuhkan sedikit penyesuaian.
Sistem pembayaran berbeda. Aplikasi yang biasa kita gunakan belum tentu menjadi aplikasi utama di sana. Bahasa juga bisa menjadi tantangan. Bahkan aktivitas sederhana seperti naik kendaraan atau memesan makanan terasa berbeda jika persiapannya kurang matang.
Karena itu, jangan hanya sibuk mencari spot foto sebelum berangkat. Delapan tips dan trik berikut justru bisa membuat perjalanan pertama ke Xi’an jauh lebih mulus.
1. Urus Visa China Lebih Dulu, Jangan Baru Memikirkannya Menjelang Berangkat
Hal pertama yang sebaiknya dibereskan tentu urusan masuk ke China.
Jangan menganggap paspor Indonesia otomatis mendapatkan bebas visa wisata untuk perjalanan biasa ke Xi’an. China memang memiliki berbagai skema kemudahan perjalanan, termasuk kebijakan transit bebas visa 240 jam untuk warga negara tertentu serta kebijakan khusus lainnya, tetapi persyaratannya berbeda-beda dan tidak boleh dianggap sama dengan bebas visa wisata reguler. Pemerintah China sendiri menjelaskan bahwa kebijakan transit 240 jam memiliki ketentuan mengenai kewarganegaraan, pelabuhan masuk, wilayah perjalanan, serta perjalanan menuju negara atau wilayah ketiga.
Untuk wisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan reguler, cek persyaratan visa terbaru melalui Kedutaan Besar China atau Chinese Visa Application Service Center sebelum membeli tiket yang sulit diubah.
Ada kabar yang cukup memudahkan pada 2026. Chinese Visa Application Service Center menyatakan pemohon visa jangka pendek dengan masa tinggal tidak lebih dari 180 hari di Indonesia mendapatkan pembebasan pengambilan sidik jari hingga 31 Desember 2026, dengan pengecualian kategori visa tertentu yang berkaitan dengan izin tinggal.
Jangan Mengandalkan Informasi Visa dari Video Lama
Ini penting karena konten traveling di TikTok, YouTube, atau blog bisa dibuat beberapa tahun sebelumnya.
Aturan yang berlaku ketika kreatornya berangkat belum tentu sama dengan aturan saat kita pergi.
Gunakan pengalaman traveler sebagai gambaran proses, tetapi konfirmasi persyaratan dokumen, biaya, prosedur, dan kebijakan visa melalui sumber resmi.
Lebih aman sedikit repot sebelum berangkat daripada berdiri di bandara sambil menyadari ada dokumen yang kurang.
2. Siapkan Alipay atau WeChat Pay Sebelum Mendarat
Kalau ada satu persiapan yang berpotensi membuat liburan ke China jauh lebih praktis, bagian ini mungkin juaranya.
China sangat terbiasa dengan pembayaran menggunakan QR code.
Kita akan menemukannya ketika membeli makanan, masuk ke toko, menggunakan transportasi tertentu, sampai melakukan transaksi kecil sehari-hari.
Kabar baiknya, traveler asing sekarang jauh lebih mudah mengakses ekosistem pembayaran tersebut.
Panduan resmi pemerintah China menjelaskan bahwa warga asing dapat mendaftar Alipay maupun WeChat menggunakan nomor telepon asing atau China, kemudian menghubungkan kartu bank yang didukung. Pembayaran kemudian bisa dilakukan dengan memindai QR code merchant atau menunjukkan QR pembayaran milik kita.
Kartu internasional dari jaringan seperti Visa dan Mastercard termasuk yang dapat didukung, meskipun keberhasilan menghubungkan kartu tetap bergantung pada penerbit kartu dan sistem pembayaran yang digunakan.
Karena itu, jangan menunggu sampai berada di depan kasir Xi’an untuk pertama kali mencoba semuanya.
Unduh aplikasinya sebelum keberangkatan. Buat akun, selesaikan proses verifikasi yang diminta, lalu coba hubungkan kartu.
Pastikan pula nomor telepon yang digunakan masih bisa menerima OTP ketika berada di luar Indonesia apabila bank membutuhkan autentikasi tambahan.
Tetap Bawa Uang Tunai dan Kartu Cadangan
Meski pembayaran digital sangat dominan, bukan berarti kita harus pergi tanpa cadangan sama sekali.
Panduan pemerintah China tetap mencantumkan uang tunai RMB dan kartu bank sebagai opsi pembayaran untuk wisatawan asing. Uang RMB juga dapat diperoleh melalui fasilitas penukaran resmi atau penarikan di ATM yang mendukung jaringan kartu terkait.
Ini penting karena teknologi tetap teknologi.
Baterai ponsel bisa habis.
Internet bisa bermasalah.
Kartu bisa gagal terhubung.
Akun pembayaran bisa meminta verifikasi tambahan tepat ketika kita sedang lapar.
Memiliki sedikit uang tunai dan satu kartu cadangan membuat masalah kecil semacam ini tidak berubah menjadi drama perjalanan.
3. Urusan Internet Jangan Dianggap Sama seperti Traveling ke Negara Lain
Kita biasanya punya ritual sederhana ketika pergi ke luar negeri: beli SIM atau eSIM, aktifkan paket data, selesai.
Untuk China, ada satu lapisan tambahan yang perlu diperhatikan.
Ekosistem internet di China berbeda dengan Indonesia. Sejumlah layanan internet internasional yang mungkin biasa digunakan traveler tidak dapat diakses dengan cara yang sama melalui jaringan domestik China.
Karena itu, pikirkan kebutuhan internet sebelum berangkat, bukan sesudah mendarat.
Cari tahu bagaimana roaming operator Indonesia bekerja di China dan apakah layanan yang sehari-hari kita butuhkan dapat digunakan. Hal yang sama berlaku ketika memilih eSIM internasional. Periksa dengan jelas cakupan jaringan, mekanisme routing data, kuota, serta syarat penggunaannya.
Jangan membeli paket hanya karena tulisan “China 10 GB” terlihat murah.
Yang dibutuhkan traveler bukan sekadar koneksi internet, melainkan koneksi yang membuat aplikasi penting selama perjalanan bisa digunakan.
Download Hal Penting Sebelum Berangkat
Simpan salinan digital reservasi hotel, tiket pesawat, asuransi perjalanan jika memilikinya, alamat destinasi, serta dokumen perjalanan penting.
Screenshot juga alamat hotel dalam bahasa Mandarin.
Langkah kecil ini sangat membantu.
Kalau koneksi internet tiba-tiba bermasalah, kita tetap bisa menunjukkan alamat tersebut kepada petugas bandara atau pengemudi.
Power bank juga hampir menjadi teman wajib karena ponsel akan bekerja cukup keras selama perjalanan. Maps, kamera, translator, pembayaran, tiket, dan transportasi semuanya bergantung pada benda yang sama.
Ketika baterainya mati, mendadak separuh “peralatan traveling” kita ikut mati.
4. Jangan Mengandalkan Google Maps sebagai Satu-Satunya Navigasi
Kebiasaan traveler Indonesia ketika tersesat biasanya sederhana: buka Google Maps.
Di China, sebaiknya jangan menjadikannya satu-satunya alat navigasi.
Sebelum pergi, kenali alternatif peta yang bekerja dengan baik di China dan manfaatkan fungsi peta yang tersedia dalam aplikasi perjalanan atau aplikasi lokal yang digunakan.
Untuk destinasi populer, simpan nama tempat dalam dua versi: bahasa Inggris dan aksara Mandarin.
Misalnya, jangan hanya menyimpan “Xi’an City Wall”. Simpan pula nama China destinasi tersebut.
Hal yang sama berlaku untuk hotel.
Alamat hotel dalam bahasa Inggris berguna untuk kita. Alamat dalam bahasa Mandarin jauh lebih berguna ketika harus menunjukkannya kepada pengemudi lokal.
Metro Bisa Menjadi Teman Terbaik di Xi’an
Untuk perjalanan di dalam kota, metro layak menjadi salah satu moda utama.
Panduan pemerintah China menjelaskan bahwa wisatawan asing dapat membeli tiket perjalanan tunggal di loket atau mesin tiket. Di kota yang mendukungnya, Alipay juga dapat menyediakan QR transport setelah proses verifikasi dan pemilihan kota.
Untuk perjalanan dengan kendaraan online, wisatawan asing juga mempunyai beberapa pilihan. Panduan resmi menyebut layanan ride-hailing dapat diakses melalui Alipay, WeChat, maupun aplikasi DiDi Greater China. DiDi juga mendukung pendaftaran menggunakan nomor telepon asing dan pembayaran tertentu menggunakan kartu internasional.
Kombinasi metro dan ride-hailing biasanya sudah cukup untuk sebagian besar perjalanan wisata di kota.
Xi’an juga terus mengembangkan jaringan transportasinya. Pada Juni 2026, Xi’andong Railway Station mulai beroperasi dan terhubung dengan Metro Line 5, menambah pilihan konektivitas kereta di kota tersebut.
Jadi, ketika memesan tiket kereta antarkota, perhatikan nama stasiunnya baik-baik. Jangan sekadar membaca “Xi’an” lalu menganggap semua stasiun berada di tempat yang sama.
5. Jangan Perlakukan Terracotta Army Seperti Destinasi yang Bisa Diselipkan Satu Jam
Kalau perjalanan pertama ke Xi’an hanya memiliki satu destinasi wajib, kemungkinan besar jawabannya adalah Terracotta Warriors.
Pasukan tanah liat tersebut merupakan bagian dari kompleks mausoleum Qin Shi Huang, kaisar pertama China.
Namun, lokasinya tidak berada persis di sebelah Bell Tower atau Muslim Quarter.
Artinya, jangan membuat itinerary seperti ini: sarapan, Terracotta Army satu jam, makan siang di pusat kota, museum satu jam, City Wall, lalu mengejar sunset.
Di atas kertas terlihat produktif.
Di lapangan bisa berubah menjadi olahraga ketahanan.
Berikan setidaknya sebagian besar hari untuk perjalanan menuju area Terracotta Army, proses masuk, melihat kompleks museum dengan tenang, kemudian kembali ke kota.
Pesan Tiket Lebih Awal
Popularitas Terracotta Army bukan sesuatu yang perlu diragukan.
Pemerintah Xi’an melaporkan Emperor Qinshihuang’s Mausoleum Site Museum sudah menerima lebih dari 10 juta pengunjung sepanjang 2025 hingga awal November. Pada periode Januari–Oktober saja, jumlah kunjungan wisatawan internasional mencapai sekitar 577.000. Museum juga menerapkan sistem reservasi berdasarkan slot waktu untuk mengelola arus pengunjung.
Artinya, datang tanpa perencanaan pada periode ramai bukan strategi yang bagus.
Periksa kanal reservasi resmi menjelang kunjungan dan jangan terlalu mengandalkan agen tidak jelas yang muncul dari hasil pencarian acak.
Kalau tersedia, pilih jam kunjungan yang membuat itinerary tidak terlalu terburu-buru.
Dan ketika sudah berada di sana, luangkan waktu.
Terracotta Army jauh lebih menarik ketika kita memahami alasan ribuan figur tersebut dibuat, bagaimana masing-masing figur memiliki karakteristik berbeda, dan bagaimana proyek makam Qin Shi Huang mencerminkan kekuasaan pada zamannya.
Tanpa konteks, kita hanya melihat banyak patung.
Dengan konteks, skalanya mulai terasa luar biasa.
6. Menginaplah di Area yang Memudahkan Jalan Kaki dan Naik Metro
Hotel murah yang terlihat menarik belum tentu benar-benar murah kalau setiap hari kita menghabiskan banyak waktu dan uang untuk pergi ke pusat kota.
Untuk kunjungan pertama, lokasi penginapan sebaiknya menjadi prioritas.
Area sekitar pusat kota tua, Bell Tower, atau lokasi yang mempunyai akses metro mudah dapat menjadi pilihan praktis. Dari kawasan pusat, kita lebih mudah menjangkau beberapa landmark utama sekaligus.
Bell Tower sendiri berada dekat dengan Muslim Quarter, sementara City Wall juga menjadi salah satu landmark utama Xi’an. Situs resmi pariwisata kota merekomendasikan keduanya bersama Giant Wild Goose Pagoda, Shaanxi History Museum, dan Muslim Quarter sebagai destinasi penting.
Ada keuntungan lain dari tinggal dekat pusat aktivitas.
Setelah seharian berjalan, kita tidak selalu ingin menempuh perjalanan satu jam lagi hanya untuk mencari makan malam.
Kadang kemewahan terbesar saat traveling bukan hotel bintang lima.
Cukup bisa berjalan keluar dari hotel dan menemukan makanan dalam sepuluh menit.
Pastikan Hotel Bisa Menerima Tamu Asing
Ketika memesan akomodasi di China, masukkan data paspor dengan benar dan pastikan properti dapat menangani registrasi tamu internasional.
Panduan pemerintah China menyebut tamu asing yang menginap di hotel perlu menunjukkan paspor atau dokumen identitas valid lainnya untuk registrasi di resepsionis.
Simpan pula nama dan alamat hotel dalam bahasa Mandarin sejak hari pertama.
Ini akan menjadi salah satu screenshot paling berguna di ponsel selama liburan.
7. Kalau Mencari Makanan Halal, Muslim Quarter Wajib Masuk Radar
Untuk traveler Muslim dari Indonesia, Xi’an punya daya tarik tambahan.
Kota ini memiliki komunitas Muslim Hui yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan Xi’an, dan salah satu kawasan yang paling terkenal adalah Muslim Quarter atau Huimin Street.
Pemerintah Xi’an menggambarkan kawasan tersebut sebagai area yang terdiri dari sejumlah jalan kuliner dengan atmosfer budaya Muslim yang kuat. Beberapa makanan lokal yang dikenal di kawasan tersebut antara lain paomo, roti yang disantap bersama sup daging kambing, serta berbagai versi roujiamo.
Pemerintah Distrik Lianhu pada 2026 juga menyebut Hui Muslim Quarter dan jajanan halalnya sebagai bagian penting dari budaya kuliner Xi’an.
Jadi, kalau selama ini membayangkan traveling ke China berarti akan kesulitan menemukan makanan yang familiar bagi traveler Muslim, Xi’an justru bisa memberikan pengalaman yang cukup berbeda.
Jangan Menganggap Semua Makanan di Xi’an Otomatis Halal
Keberadaan Muslim Quarter tidak berarti seluruh restoran di kota otomatis halal.
Cari tulisan 清真 (qīngzhēn) yang umum digunakan untuk menandai makanan atau restoran halal di China, kemudian tetap perhatikan konteks tempat makan dan informasi yang tersedia.
Simpan kata tersebut di ponsel agar lebih mudah mencarinya.
Aplikasi penerjemah juga sangat membantu ketika ingin memastikan bahan makanan tertentu.
Dan jangan hanya datang ke Muslim Quarter untuk mencari makanan yang rasanya mendekati makanan Indonesia.
Justru coba kuliner lokalnya.
Salah satu kesenangan traveling adalah mengalami sebuah kota melalui apa yang dimakan penduduknya.
8. Jangan Membuat Itinerary Xi’an Terlalu Padat
Ini mungkin tips yang paling sulit dilakukan.
Ketika membuka daftar tempat wisata Xi’an, semuanya terasa harus dikunjungi.
Terracotta Army harus.
City Wall harus.
Bell Tower harus.
Giant Wild Goose Pagoda menarik.
Shaanxi History Museum juga sayang dilewatkan.
Muslim Quarter tentu ingin dicoba.
Belum lagi kawasan modern, pertunjukan malam, pusat perbelanjaan, dan tempat makan yang ditemukan dari media sosial.
Akhirnya setiap hari diisi dari pukul tujuh pagi sampai sebelas malam.
Secara teori kita mendapatkan lebih banyak destinasi.
Dalam kenyataan, hari ketiga mungkin sudah tidak peduli apakah bangunan di depan berasal dari Dinasti Ming atau Tang. Yang dipikirkan hanya mencari kursi.
Beri Xi’an Setidaknya Beberapa Hari
Untuk first-timer, sekitar tiga sampai empat hari penuh terasa jauh lebih masuk akal dibandingkan mencoba melihat semuanya dalam satu atau dua hari.
Satu hari dapat diberikan kepada Terracotta Army dan area sekitarnya. Hari lainnya digunakan untuk pusat kota seperti City Wall, Bell Tower, Drum Tower dan Muslim Quarter. Hari berikutnya bisa diarahkan ke Giant Wild Goose Pagoda, museum, atau kawasan lain yang diminati.
Tidak harus mengikuti susunan tersebut secara kaku.
Prinsipnya adalah mengelompokkan destinasi berdasarkan lokasi sehingga kita tidak menghabiskan liburan dengan bolak-balik melintasi kota.
Sisakan juga ruang kosong.
Mungkin kita menemukan kedai yang menarik.
Mungkin ingin duduk lebih lama di City Wall.
Mungkin Muslim Quarter ternyata jauh lebih seru pada malam hari daripada yang diperkirakan.
Itinerary yang baik bukan itinerary dengan jumlah centang terbanyak.
Itinerary yang baik membuat kita masih mempunyai energi untuk menikmati tempat yang sedang dikunjungi.
Xi’an Lebih Nikmat Ketika Kita Datang Sedikit Lebih Siap
Xi’an bukan kota yang harus ditakuti oleh traveler pertama kali ke China.
Namun, kota ini memang mengajarkan bahwa kebiasaan traveling yang bekerja di negara lain belum tentu bisa langsung dibawa begitu saja.
Pembayaran digital perlu dipersiapkan. Internet perlu dipikirkan. Alamat dalam bahasa Mandarin sangat membantu. Transportasi publik perlu dipahami sedikit sebelum berangkat. Tiket atraksi populer juga sebaiknya tidak selalu dibeli mendadak.
Setelah urusan teknis tersebut selesai, perjalanan mulai terasa jauh lebih santai.
Kita bisa berjalan di atas tembok kota yang telah berdiri selama berabad-abad, makan di kawasan Muslim yang tumbuh bersama sejarah Xi’an, lalu keesokan harinya berdiri di depan ribuan Terracotta Warriors.
Itulah bagian menarik dari traveling ke Xi’an.
Kota ini tidak terasa seperti museum besar yang berhenti pada masa lalu. Di antara peninggalan dinasti, tembok tua, pagoda, dan makam kaisar, kehidupan modern tetap berjalan dengan metro, smartphone, QR code, pusat perbelanjaan, dan kereta cepat.
Datanglah dengan itinerary.
Tetapi jangan terlalu sibuk mengejar itinerary sampai lupa melihat kotanya.
Karena terkadang cerita perjalanan yang paling lama diingat justru muncul di antara dua destinasi yang awalnya hanya kita anggap sebagai perjalanan dari titik A menuju titik B.
Referensi
The State Council of the People’s Republic of China. “A Guide to Working and Living in China.”
https://english.www.gov.cn/2025special/bizexpatsinchina2025
The State Council of the People’s Republic of China. “Payment Service Guide for Overseas Visitors to China.”
https://english.www.gov.cn/news/202404/11/content_WS6617c858c6d0868f4e8e5f4d.html
Chinese Visa Application Service Center. “Pemberitahuan tentang Perluasan Jangka Waktu dan Cakupan Pembebasan Pengambilan Sidik Jari dalam Aplikasi Visa Tiongkok.”
https://pdf.visaforchina.cn/JKT4_EN/tongzhigonggao/551652325291331629.html
Embassy of the People’s Republic of China in Indonesia. “Chinese Embassy in Indonesia Hosts Forum on China’s Travel Facilitation Measures for Indonesians.”
https://id.china-embassy.gov.cn/eng/lsqw/zytz/202607/t20260729_11994652.htm
Xi’an Municipal People’s Government. “Must-see Landmarks for Your Xi’an Tour.”
https://en.xa.gov.cn/MediaCenter/News/1691691491099529217.html
Xi’an Municipal People’s Government. “Visitors to Emperor Qinshihuang’s Mausoleum Site Museum Exceed 10m in 2025.”
https://en.xa.gov.cn/MediaCenter/News/1986732924867248130.html
Xi’an Municipal People’s Government. “Lianhu District.”
https://en.xa.gov.cn/ThisisXian/Districts/1854445961549025281.html
Xi’an Municipal People’s Government. “New Railway Station in Xi’an Starts Operation.”
https://en.xa.gov.cn/MediaCenter/News/2072253459180654594.html