Ringkasan: Survei Klook terhadap hampir 2.200 responden Indonesia menemukan 79 persen sudah pernah atau sedang mempertimbangkan solo travel. Angka ini paling tinggi di kalangan Gen Z, dan tetap relevan di 2026 seiring pergeseran gaya liburan domestik ke arah yang lebih personal.
Apa Itu Survei 79 Persen Warga RI Solo Travel?

Survei ini merujuk pada riset Klook terhadap hampir 2.200 responden Indonesia, yang hasilnya dipublikasikan kumparan pada akhir 2019. Sebanyak 79 persen mengaku sudah pernah berlibur sendiri atau sedang mempertimbangkannya, menurut laporan tersebut.
Angka ini kerap dikutip ulang karena menunjukkan solo travel sudah lama diminati di Indonesia, jauh sebelum tren ini populer secara global lewat media sosial.
Mengapa Data Ini Masih Relevan di 2026?

Solo travel bukan sekadar tren sesaat. Riset Kensington yang dilansir CNBC dan dikutip Kompas menemukan bahwa 76 persen responden terbuka untuk bepergian sendiri dalam tiga tahun ke depan, dengan motivasi utama berupa impian pribadi dan pencarian pengalaman baru.
Di sisi lain, data operator perjalanan domestik memberi gambaran berbeda. Menurut paparan tiket.com dan Lokadata dalam acara Tourism Trends 2025 & Outlook 2026, solo travel menempati porsi 17 persen dari pola perjalanan wisatawan Indonesia, di bawah bepergian bersama teman (20 persen) namun di atas bepergian dengan pasangan (14 persen).
Kesenjangan antara “79 persen pernah/tertarik” versus “17 persen benar-benar traveling sendiri sepanjang 2025” masuk akal. Minat dan niat berbeda dengan realisasi rutin. Banyak orang membuka diri pada ide solo travel, tapi tetap lebih sering bepergian bersama orang terdekat.
Dari sisi daya saing destinasi, Indonesia menempati peringkat ke-35 sebagai negara terbaik untuk perjalanan solo pada 2025 menurut US News, menandakan ruang yang masih terbuka lebar untuk pengembangan pariwisata ramah solo traveler.
Data Survei: Rincian Berdasarkan Generasi dan Motivasi

Berikut rincian temuan Klook yang dilaporkan kumparan, per segmentasi responden.
| Kelompok | Pernah/Tertarik Solo Travel | Sumber |
|---|---|---|
| Gen Z (18–24 tahun) | 85% | Klook via kumparan, 2019 |
| Milenial (25–39 tahun) | 80% | Klook via kumparan, 2019 |
| Gen X (40–54 tahun) | 67% | Klook via kumparan, 2019 |
| Baby Boomer (55+ tahun) | 56% | Klook via kumparan, 2019 |
| Rata-rata nasional | 79% | Klook via kumparan, 2019 |
Soal alasan, 62 persen responden Indonesia mengaku ingin melepaskan diri dari rutinitas atau beristirahat dari pekerjaan. Motivasi ini lebih kuat pada perempuan, dengan 69 persen responden wanita memilih alasan yang sama. Sementara itu, mayoritas Baby Boomer melihat liburan sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri di masa pensiun.
Tren Solo Travel Indonesia Terbaru: Apa yang Berubah di 2025–2026?

Beberapa pergeseran pola liburan turut memengaruhi bagaimana solo travel dijalani hari ini.
- Mobilitas darat naik. Menurut paparan tiket.com, pemesanan kereta api naik 47 persen dan bus 46 persen sepanjang 2025 — moda yang relatif ramah untuk solo traveler berbudget menengah.
- Wisata domestik masih dominan. Porsi wisata domestik mencapai sekitar 75 persen dari total perjalanan wisatawan Indonesia sepanjang 2025.
- Destinasi emerging naik daun. Kota seperti Likupang, Labuan Bajo, Sorong, Nabire, Pangandaran, dan Manado mulai dilirik, didorong akses yang membaik dan eksposur media sosial.
- Akomodasi non-hotel diminati. Pemesanan vila dan akomodasi non-hotel naik 44 persen, sejalan dengan preferensi ruang yang lebih personal.
Pola-pola ini relevan bagi solo traveler karena moda transportasi darat dan destinasi emerging umumnya lebih murah dan fleksibel untuk perjalanan sendirian dibanding paket wisata rombongan.
Cara Memulai Solo Travel — Langkah Praktis

- Tentukan destinasi berdasarkan tingkat kenyamananmu, mulai dari kota domestik yang aksesnya mudah sebelum mencoba rute yang lebih jauh.
- Riset transportasi darat sebagai opsi hemat, mengingat tren pemesanan kereta dan bus yang terus naik.
- Pesan akomodasi dengan ulasan solo traveler, terutama yang punya area komunal untuk berinteraksi bila dibutuhkan.
- Siapkan rencana keselamatan dasar: bagikan itinerary ke keluarga, simpan kontak darurat lokal, dan cek nomor darurat setempat.
- Mulai dari perjalanan pendek 2–3 hari sebelum mencoba solo travel jangka panjang, agar terbiasa dengan ritme bepergian sendiri.
Baca Juga 127 Gunung Api Aktif Bikin RI Magnet Wisata Petualangan Ekstrem
FAQ — Solo Travel Indonesia
Berapa persen orang Indonesia pernah solo travel?
Menurut survei Klook, 79 persen responden Indonesia pernah berlibur sendiri atau sedang mempertimbangkannya.
Generasi mana yang paling tertarik solo travel?
Gen Z paling tinggi dengan 85 persen, disusul Milenial 80 persen, jauh di atas Gen X dan Baby Boomer.
Apakah solo travel masih tren di 2026?
Ya. Riset Kensington menemukan 76 persen responden terbuka untuk bepergian sendiri dalam tiga tahun ke depan, dan data tiket.com/Lokadata mencatat solo travel tetap mengisi 17 persen pola perjalanan wisatawan Indonesia di 2025.